Jumat, September 22

ZTE Daftarkan 4.123 Paten, Raih Peringkat Satu versi WIPO

0

AWAKAWAI.COM — ZTE Corporation raih peringkat utama dalam daftar terbaru pengajuan hak paten tahunan yang dirilis oleh World Intellectual Property Organization, yang mencerminkan fokus perusahaan yang semakin meningkat pada aspek litbang untuk teknologi masa depan termasuk 5G, virtualisasi jaringan, serta implementasi layanan cloud (cloudification) dan Internet of Things.

ZTE telah mendaftarkan paten 4.123 aplikasi di bawah Patent Cooperation Treaty (PCT) pada 2016 lalu. Jumlah pendaftaran paten ini melebihi dari perusahaan manapun, berdasarkan data yang telah dilansir oleh WIPO.

ZTE berhasil merangkak naik ke peringkat satu setelah sebelumnya menduduki peringkat ketiga pada setahun sebelumnya, dan perusahaan telah menduduki peringkat tiga besar dalam daftar tahunan WIPO tersebut setiap tahun sejak 2010.

Huawei Technologies, dengan 3.692 aplikasi paten pada 2016, hanya berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar WIPO, yang kemudian diikuti oleh Qualcomm Inc. dengan 2.466 aplikasi, serta Mitsubishi Electric dengan 2.053 dan LG Electronics dengan 1.888.

“Keberhasilan ZTE menduduki posisi puncak dalam peringkat paten tahunan terbaru yang dirilis WIPO mencerminkan upaya kami yang terus berlanjut untuk memimpin industri TIK demi mengembangkan teknologi masa depan,” kata Shen Nan, Chief Intellectual Property Officer, ZTE. “Sebagai pemimpin dunia dalam bidang inovasi teknologi, ZTE sangat berkomitmen terhadap promosi dan perlindungan kekayaan intelektual.”

Baca Juga :  Oppo Penuhi Target Penjualan 1 Juta Unit Lebih Cepat

Memiliki 20 pusat litbang di Asia, Amerika Utara dan Eropa, ZTE menginvestasikan lebih dari 10% pendapatan tahunan pada litbang, mempekerjakan lebih dari 30.000 profesional di bidang riset demi mengembangkan teknologi masa depan termasuk 5G, IoT, NFV, SDN, Cloud Computing, Big Data dan Smart City.

Dengan lebih dari 1.500 aplikasi paten terkait 5G, ZTE adalah vendor pertama di dunia yang memverifikasi teknologi kunci di gelombang milimeter (millimetre wave) 5G dan frekuensi sub-6GHz pada 2016. ZTE berhasil menyelesaikan teknologi single-point 5G serta verifikasi purwarupa dan kini memasuki tahap verifikasi dan litbang.

“Berbagai perusahaan asal Tiongkok yang mendaftarkan paten mereka adalah kekuatan di balik pertumbuhan pendaftaran paten dan merek dagang internasional. Hal ini merupakan langkah hebat dalam membawa bisnis mereka ke ranah internasional seiring dengan perjalanan Tiongkok dari ‘Buatan Tiongkok’ (‘Made in China’) menjadi ‘Diciptakan di Tiongkok’ (‘Created in China’),” kata Francis Gurry, Director General, WIPO.

Solusi Pre5G yang dikembangkan sendiri oleh ZTE memudahkan operator untuk dengan cepat melacak aplikasi teknologi 5G pada infrastruktur 4G LTE yang sudah ada, dan terpasang di lebih dari 40 jaringan di 30 negara oleh operator seperti SoftBank, China Mobile dan Telefonica.

sumber : PrNewswire

GET AWAKAWAI.COM OFFICIAL UPDATE

We Are Not Sending SPAM Please Register Email

Keep Your Email Alert Stay Away And Will Not Be Publish

Share.