Batas Akhir 28 Februari, 226 juta Pelanggan Prabayar Sudah Teregistrasi


Jakarta - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli mengungkapkan, "Tepatnya sejumlah 226.444.899 kartu nomor pelanggan pada pagi hari tadi. Program Registrasi Nomor Prabayar Seluler sampai dengan 17 Februari 2018 telah mencapai lebih dari 226 juta pelanggan teregistrasi.

Angka ini menunjukkan jumlah nyata pelanggan aktif saat ini yg telah teregistrasi dan tervalidasi melalui sistem data base kependudukan Ditjen Dukcapil," kata Ahmad M Ramli di Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Menghadapi masa akhir registrasi nomor prabayar seluler, Ahmad M Ramli kembali memberikan penekanan kepada masyarakat, yaitu:

1.    Pelanggan dan siapapun diingatkan kembali agar menggunakan data NIK dan Nomor KK secara benar dan berhak.

2.    Menggunakan data NIK dan KK orang lain tanpa hak adalah dilarang dan merupakan pelanggaran hukum.

3.    Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan registrasi dengan NIK dan Nomor KK yang di upload oleh pihak yang tidak bertanggungjawab di internet.

4.    Tujuan registrasi ulang ini adalah untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan, meminimalisasi penipuan dan tindakan kejahatan serta termasuk memudahkan pelacakan ponsel yang hilang.

Masyarakat diimbau segera lakukan registrasi ulang tidak menunggu batas akhir 28 Feb 2018 karena pada saat itu akan terjadi traffic tinggi luar biasa yang dapat menyebabkan gagal registrasi.
Batas Akhir 28 Februari, 226 juta Pelanggan Prabayar Sudah Teregistrasi Batas Akhir 28 Februari, 226 juta Pelanggan Prabayar Sudah Teregistrasi Reviewed by redaksi on Februari 17, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.